Kekayaan Sejarah Garut Menanti Uluran Tangan: DKKG Minta Dukungan Kementerian untuk Selamatkan Situs Bersejarah

DKKG Minta Dukungan Kementerian untuk Selamatkan Situs Bersejarah

FAKTA GARUT – Di balik hamparan pegunungan dan keindahan alamnya, Kabupaten Garut menyimpan jejak peradaban tua dan kisah-kisah religius yang sarat makna. Namun, tak sedikit dari situs bersejarah itu kini berdiri dalam kesunyian, terancam terkikis waktu tanpa sentuhan perawatan yang layak.

Keresahan itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), H. Irwan Hendarsyah, S.E. atau Kang Jiwan, ketika mendampingi kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Anggota Komisi IX DPR RI H. Ferdiansyah ke Kampung Pulo dan Pasir Lulumpang di Kecamatan Leles serta Banyuresmi, Kamis (7/8/2025).

“Garut ini ibarat museum hidup. Kita punya warisan leluhur yang tak ternilai, tapi banyak yang terbengkalai. Saya berharap pemerintah pusat benar-benar hadir, bukan hanya datang melihat,” ungkap Kang Jiwan penuh harap.

Harta Karun Budaya yang Terlupakan

Kang Jiwan mengungkap, Garut menyimpan banyak situs bersejarah bernilai religius dan spiritual. Di antaranya Makam Mbah Arif di Kampung Pulo Leles, Sunan Romat Rd. Kiansantang di Suci Godong, Pangeran Papak di Cinunuk, hingga Sunan Rumenghong di Limbangan. Belum lagi lebih dari 200 destinasi wisata alam yang berpotensi menjadi magnet wisata terpadu.

Namun, minimnya sarana prasarana dan perawatan membuat sebagian besar lokasi tersebut belum mampu menjadi daya tarik wisata yang maksimal.

“Situs ini bukan hanya soal batu, makam, atau bangunan tua. Ini tentang identitas dan kearifan lokal yang harus kita wariskan pada generasi berikutnya,” tegasnya.

Janji Dukungan dari DPR dan Kementerian

Merespons hal itu, H. Ferdiansyah berkomitmen untuk memperjuangkan pembenahan situs-situs bersejarah di Garut. Ia menilai pelestarian budaya harus dibarengi dengan penguatan narasi sejarah yang otentik.

“Kami akan mendorong pembenahan ini. DKKG harus mampu menarasikan sejarah secara jelas, berdasarkan tradisi lisan dan sumber yang terpercaya,” ucapnya.

Senada, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungannya. Menurutnya, potensi wisata religi berbasis Pemajuan Kebudayaan di Garut sangat besar dan dapat menjadi salah satu unggulan nasional jika dikemas dengan profesional.

“Saya setuju dan siap mendukung. Ini bisa menjadi wisata religi kelas dunia jika dikemas dengan baik. DKKG harus mampu menghidupkan sejarah itu sehingga menjadi magnet bagi wisatawan,” kata Fadli Zon.

Menuju Wisata Religi Berkelas Dunia

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Harapannya, akan lahir program nyata yang menyelamatkan situs-situs bersejarah Garut dari keterlupaan. Pelestarian ini diharapkan tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata.

Garut kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji, agar jejak leluhur tetap terjaga dan menjadi kebanggaan yang mendunia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup