75 Siswa Garut Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat, Pemerintah Dorong Pendidikan Holistik

FAKTA GARUT – Sebanyak 75 siswa dari tingkat SD dan SMP memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 39, Selasa (30/9/2025). Acara yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Samarang ini turut dihadiri oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati, Putri Karlina. Para siswa tampak antusias menyambut kegiatan ini, menunjukkan semangat belajar sejak hari pertama.
Program Sekolah Rakyat, inisiatif Presiden Prabowo Subianto, hadir untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini mengintegrasikan pendidikan akademik, asrama, pemberian makanan bergizi, serta kurikulum khusus yang sesuai kebutuhan siswa.
Memberikan Kesempatan Pendidikan bagi Anak Prasejahtera
Menurut Kepala BLK Garut, Deni Dermawan, Sekolah Rakyat bertujuan membantu anak-anak yang sebelumnya terhambat pendidikan akibat keterbatasan ekonomi, termasuk yang sempat putus sekolah.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi di Samarang sudah mulai berjalan. Tahun ini fokus pada SMP, dan kami berharap tahun depan jumlah peserta dapat lebih dari 50 siswa per kecamatan,” jelas Deni.
Program ini juga menekankan pembinaan karakter dan pendidikan agama. Para siswa akan belajar mengaji, memahami ajaran agama, dan membangun sopan santun. Pengajaran agama dilakukan oleh kiai NU setempat, sehingga pendidikan agama menjadi pilar utama program ini.
Seleksi Siswa dan Keterlibatan Orang Tua
Penerimaan siswa tidak menggunakan tes akademik. Verifikasi administrasi bagi keluarga kurang mampu menjadi satu-satunya syarat, dengan keterlibatan orang tua untuk mendukung perkembangan anak agar mandiri dan bertanggung jawab.
Salah satu siswa baru, Opik, menyampaikan kebahagiaannya mengikuti Sekolah Rakyat.
“Fasilitas pondok lengkap, makan tiga kali sehari, dan pembelajaran hampir sama dengan sekolah formal, seperti matematika, IPS, dan biologi. Kami merasa nyaman dan senang berada di sini,” ujar Opik.
Persiapan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Pemkab Garut telah menyiapkan segala kebutuhan agar program berjalan lancar, sementara gedung permanen masih dalam tahap pembangunan. Tahun ini, peserta program terdiri dari 25 siswa SD dan 50 siswa SMP, lengkap dengan kepala sekolah masing-masing.
Kegiatan MPLS ini juga akan dihadiri pejabat dari Kementerian Sosial, termasuk Direktur Rehabilitasi Sosial, Kepala Balai Kesejahteraan Sosial, serta pejabat daerah. Sebelum kegiatan, siswa dijemput langsung dari rumah masing-masing oleh pihak kecamatan untuk mempermudah akses pendidikan.
Harapan Program Sekolah Rakyat di Garut
Program Sekolah Rakyat di Garut diharapkan bisa menjadi solusi pendidikan holistik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan sistem asrama dan kurikulum khusus, siswa mendapatkan pendidikan yang menyeluruh, mulai dari akademik, karakter, hingga kesehatan.
Pemerintah daerah berharap program ini dapat meningkatkan akses pendidikan, menekan angka putus sekolah, serta mencetak generasi muda yang mandiri dan produktif.
“Sekolah Rakyat di Garut diharapkan menjadi model pendidikan terintegrasi yang menyeimbangkan prestasi akademik dan pembentukan karakter, sehingga anak-anak siap menghadapi masa depan,” ujar Deni.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat Terintegrasi 39 di BLK Samarang diharapkan menjadi contoh untuk pengembangan sekolah serupa di kecamatan lain, memberikan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak Garut.









