Kasus Kekerasan Ojol, Ratusan Driver Padati Polsek Cibatu

FAKTA GARUT – Suasana di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sempat memanas pada Sabtu sore (24/1/2026). Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) mendatangi Mapolsek Cibatu sebagai bentuk solidaritas atas dugaan pengeroyokan terhadap salah satu rekan mereka yang diduga dilakukan oleh ojek pangkalan (Opang).
Aksi spontan tersebut dipicu oleh insiden yang terjadi di area Stasiun Kereta Api Cibatu. Ketua Yayasan Pengemudi Ojek Online Garut, Maki, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari kesalahpahaman antara pengemudi ojol dan sejumlah opang di lokasi tersebut.
Menurut Maki, saat itu pengemudi ojol mengaktifkan aplikasi dan menerima pesanan dari penumpang yang berada di stasiun. Awalnya, pengemudi hanya berniat memberikan informasi kepada calon penumpang. Namun, situasi berkembang ketika penumpang langsung naik ke kendaraan ojol.
“Di lokasi, pengemudi ojol tersebut kemudian dihentikan, diinterogasi, hingga diduga mengalami tindakan kekerasan oleh beberapa opang. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dan mengalami luka-luka,” ujar Maki saat ditemui di depan Mapolsek Cibatu.
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan medis di RSU dr. Slamet Garut untuk keperluan visum. Sementara itu, pihak pengemudi ojol telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Garut agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Maki menegaskan bahwa pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Ia juga mendorong adanya komunikasi dan kerja sama yang lebih baik antara pengemudi ojol dan ojek pangkalan.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi gesekan. Ojol dan opang sama-sama mencari nafkah untuk keluarga. Sinergi jauh lebih baik daripada konflik,” katanya.
Di sisi lain, Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif membenarkan adanya kedatangan ratusan pengemudi ojol ke Mapolsek. Ia menyebut bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman dan terjadi di kawasan Stasiun Kereta Api Cibatu.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan para ketua dari masing-masing pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif,” ujar AKP Amirudin singkat.
Pihak kepolisian memastikan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut serta mengedepankan langkah mediasi agar keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Cibatu tetap terjaga.***









