Jalan Hotmix Bojong Nangka Rampung, Akses Lancar Jadi Penggerak Ekonomi Warga Wanaraja

FAKTA GARUT – Rampungnya pembangunan jalan hotmix di Kampung Bojong Nangka, Desa Wanaraja, Kecamatan Wanaraja, membawa harapan baru bagi warga.
Infrastruktur yang dibiayai dari Dana Desa tahap II senilai Rp148,7 juta ini tidak sekadar memperindah wajah desa, tetapi juga diyakini akan menjadi pemicu pergerakan ekonomi masyarakat.
Akses Lancar, Distribusi Hasil Pertanian Lebih Cepat
Mayoritas warga Wanaraja menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sebelum jalan diperbaiki, mereka kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah sehingga menyulitkan akses kendaraan pengangkut hasil bumi. Hal itu membuat biaya distribusi lebih tinggi dan harga jual hasil panen tidak maksimal.
Kini, dengan jalan sepanjang 202,2 meter dan lebar 3,51 meter yang sudah mulus, petani lebih mudah membawa hasil pertanian mereka ke pasar tradisional maupun pengepul. Waktu tempuh lebih singkat, ongkos angkut berkurang, dan perputaran barang lebih cepat.
“Sekarang kalau bawa sayuran ke pasar jadi tidak repot. Ongkos angkut juga lebih murah karena kendaraan bisa masuk lebih dekat,” kata Roni, warga sekitar lokasi pembangunan.
Multiplier Effect: Warung Hingga Jasa Transportasi
Selain mempermudah petani, keberadaan jalan baru juga mendorong aktivitas ekonomi di sektor lain. Warung-warung kecil di sepanjang jalur kini lebih ramai didatangi pembeli. Jasa transportasi lokal, seperti ojeg, pun mendapat keuntungan karena akses lebih lancar.
Beberapa warga bahkan mulai melihat peluang membuka usaha baru, seperti warung makan kecil untuk sopir pengangkut sayuran yang melintas. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur dapat menciptakan multiplier effect bagi ekonomi desa.
Komitmen Pemerintah Desa
Kepala Desa Wanaraja, Yudi Hazam Gumilar, menegaskan bahwa pembangunan jalan Bojong Nangka bukan hanya soal infrastruktur, melainkan strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jalan yang baik akan mengurangi biaya transportasi, mempercepat arus barang, dan tentu saja membantu warga meningkatkan penghasilan. Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Yudi juga mengapresiasi peran BPD dan pendamping desa yang mengawal proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek. Ia berharap, jalan ini dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan dana desa yang tepat sasaran.
Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri
Dengan akses yang lebih baik, Desa Wanaraja berpeluang mengembangkan potensi unggulannya, terutama di sektor pertanian. Produk-produk lokal seperti sayuran, palawija, hingga hasil kebun bisa lebih cepat dipasarkan. Ke depan, hal ini diharapkan mendorong terbentuknya rantai pasok yang lebih kuat dan meningkatkan daya saing produk desa.
“Kalau akses mudah, harga jual juga bisa lebih tinggi karena kualitas produk tetap terjaga. Ini tentu akan menambah pendapatan keluarga petani,” kata salah seorang anggota BPD yang ikut meninjau lokasi.***









