Jalan Kabupaten Rusak dan Membahayakan, Warga Cibatu Ambil Langkah Darurat

FAKTA GARUT – Warga Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan dengan menandai jalan berlubang menggunakan ban bekas dan kayu. Langkah sederhana ini dilakukan sebagai bentuk inisiatif warga agar pengendara lebih waspada, menyusul sering terjadinya insiden akibat kendaraan terperosok ke lubang tersebut.
Salah seorang warga, Yofan, mengatakan kerusakan jalan itu sudah terjadi sekitar lima hari terakhir. Menurutnya, lubang muncul akibat amblasnya badan jalan karena di bagian bawah terdapat saluran air kecil yang tidak mampu menahan beban kendaraan berat yang kerap melintas.
“Sudah sekitar lima hari jalan itu berlubang. Karena di bawahnya ada solokan kecil, akhirnya amblas. Banyak kendaraan berat lewat, jadi makin parah. Saya pasang kayu dan ban bekas supaya pengendara tahu dan bisa lebih hati-hati,” ujar Yofan, Jumat (26/12/2025).
Ia mengaku khawatir kondisi tersebut akan semakin membahayakan jika tidak segera ditangani. Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, lubang di jalan itu juga dikhawatirkan akan melebar karena struktur tanah yang tidak kuat.
Yofan berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen. Ia menilai perbaikan tidak cukup hanya tambal sulam, melainkan perlu penguatan struktur di bawah jalan.
“Harapannya segera diperbaiki. Itu kan di bawahnya saluran air, sebaiknya diganti dengan konstruksi yang lebih kuat seperti kelasbok supaya tidak amblas lagi,” katanya.
Ia juga menyoroti kegiatan pemeliharaan jalan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Menurutnya, dalam dua pekan terakhir memang ada pekerjaan tambal sulam jalan kabupaten, namun masih banyak titik berlubang yang luput dari perbaikan, terutama di ruas jalan dari Desa Padasuka hingga Desa Sukalilah.
“Masih banyak yang terlewat. Kalau nambal sulam dilakukan malam hari, seharusnya ada pengawasan langsung dari pejabat PUPR supaya hasilnya tidak asal-asalan,” ucap Yofan.
Sebagai warga yang setiap hari memanfaatkan akses jalan tersebut, Yofan berharap pemerintah daerah lebih responsif. Ia menegaskan bahwa jalan kabupaten memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga kegiatan ekonomi.
“Ini jalan hidup, tiap hari dilewati warga. Kami bayar pajak, tentu berharap jalan yang layak dan aman. Jangan ditunda-tunda, secepatnya diperbaiki,” pungkasnya.
Kondisi ini mencerminkan harapan masyarakat akan pelayanan infrastruktur yang lebih baik, sekaligus menjadi pengingat pentingnya perawatan jalan secara menyeluruh demi keselamatan bersama.***









