Pemdes Karyamukti Cibatu Gelar Musrenbang, Fokus Sinkronisasi Anggaran Desa 2026

FAKTA GARUT – Pemerintah Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa dalam rangka penyusunan anggaran tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Karyamukti dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta pemangku kepentingan desa.
Musrenbang ini dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, lembaga desa seperti RT/RW, Karang Taruna, LPM, MUI, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PKK, Gapoktan, kelompok tani, pendamping desa, TKSK, hingga Camat Kecamatan Cibatu. Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan desa secara partisipatif dan transparan.
Kepala Desa Karyamukti, Widya Heru Kartika, menegaskan bahwa pengalokasian Dana Desa harus tetap berpedoman pada regulasi dan prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
“Pada prinsipnya, penggunaan Dana Desa wajib sesuai dengan peruntukan dan ketentuan perundang-undangan, termasuk prioritas Dana Desa yang telah dicanangkan pemerintah pusat,” ujar Widya Heru Kartika, Selasa (13/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa sebelum Musrenbang digelar, pemerintah desa telah melakukan edukasi kepada masyarakat terkait perubahan signifikan dalam besaran Dana Desa. Jika sebelumnya Desa Karyamukti menerima anggaran sekitar Rp1 miliar lebih, pada tahun anggaran mendatang jumlah tersebut turun drastis hingga berada di kisaran Rp373,5 juta.
“Penurunan ini cukup signifikan. Namun perlu dipahami oleh masyarakat, ini bukan pemangkasan anggaran, melainkan pengalihan sebagian alokasi ke program nasional, salah satunya untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.
Widya menilai dukungan terhadap Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah strategis, karena koperasi tersebut berpotensi mendorong kemandirian ekonomi desa. Sesuai regulasi, desa juga memiliki peluang memperoleh manfaat langsung melalui porsi 20 persen yang dapat mendukung kegiatan ekonomi desa dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Intinya, koperasi ini menjadi wadah penguatan ekonomi desa. Dulu bisa melalui BUMDes, sekarang koperasi juga bisa menjadi instrumen untuk mengembangkan usaha desa dan meningkatkan PADes,” tambahnya.
Saat ini, Dana Desa dialokasikan untuk mendukung kegiatan Koperasi Desa Merah Putih yang telah resmi terbentuk di Desa Karyamukti sejak 25 Mei 2025. Perkembangannya pun dinilai cukup menggembirakan.
“Alhamdulillah, anggota koperasi kami sudah lebih dari 500 orang. Salah satu kegiatan unggulannya adalah menjadi titik salur pupuk. Dari situ, roda perekonomian desa bisa terus berputar,” ungkap Widya.
Selain distribusi pupuk, koperasi Desa Karyamukti juga menjalankan usaha simpan pinjam, layanan pos pay, serta penjualan sembako. Meski saat ini belum memiliki kantor sendiri dan masih memanfaatkan fasilitas desa, Widya memastikan bahwa pembangunan kantor koperasi sudah masuk dalam rencana ke depan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat telah memahami kondisi keterbatasan anggaran Dana Desa karena sebelumnya sudah disosialisasikan. Konsekuensinya, pada tahun 2026 Dana Desa tidak memungkinkan untuk membiayai pembangunan berskala besar.
“Meski begitu, setiap RW tetap kami alokasikan kegiatan, salah satunya pembangunan jalan lingkungan. Meskipun kecil, masyarakat tetap bisa merasakan manfaat pembangunan,” jelasnya.
Di samping itu, Dana Desa tetap diarahkan untuk program prioritas sesuai regulasi, seperti bidang kesehatan, ketahanan pangan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta program-program wajib lainnya.
“Harapannya, dengan keterbatasan anggaran ini, pembangunan desa tetap berjalan, ekonomi masyarakat tetap bergerak, dan pelayanan dasar kepada warga tetap terpenuhi,” pungkasnya.***









