Persib Bandung Tetap Percaya Diri Hadapi PSBS Biak Meski Tanpa Eliano Reijnders

FAKTA GARUT – Persib Bandung bersiap membuka putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga kandang ini dipandang krusial bagi Maung Bandung untuk menjaga momentum positif setelah tampil konsisten sepanjang putaran pertama.
Meski datang dengan modal kepercayaan diri tinggi, Persib dipastikan tidak akan tampil dengan kekuatan penuh. Salah satu pemain andalan lini tengah, Eliano Reijnders, harus menepi akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Absennya pemain berdarah Belanda tersebut tentu menjadi perhatian tersendiri, mengingat kontribusinya yang cukup signifikan dalam menjaga keseimbangan permainan Persib musim ini.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui kehilangan Reijnders bukan situasi ideal. Namun, ia menegaskan bahwa tim sudah menyiapkan sejumlah alternatif untuk mengisi kekosongan tersebut. Menurutnya, kedalaman skuad Persib saat ini cukup memadai untuk mengantisipasi absennya satu pemain, termasuk di posisi vital seperti lini tengah.
“Kami sudah mempersiapkan opsi yang ada. Semua pemain tahu perannya dan siap ketika dipercaya tampil,” ujar Hodak dalam sesi latihan jelang pertandingan.
Kabar positifnya, sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami masalah kebugaran kini telah kembali mengikuti latihan secara penuh. Nama-nama seperti Marc Klok, Thom Haye, Teja Paku Alam, hingga Andrew Jung menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Hal ini memberi Hodak lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi, baik dari sisi komposisi starter maupun rotasi pemain selama pertandingan.
Persib juga menaruh perhatian khusus pada kekuatan PSBS Biak. Tim asal Papua tersebut dikenal memiliki karakter permainan cepat dan agresif, terutama saat melakukan transisi menyerang. Hodak menilai PSBS bukan lawan yang bisa diremehkan, meskipun secara posisi klasemen Persib lebih diunggulkan.
“Di liga ini, semua tim bisa menyulitkan. Jika kami lengah, hasil buruk bisa terjadi. Karena itu fokus dan disiplin menjadi kunci,” tegasnya.
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan besar bagi Persib. Dukungan bobotoh di GBLA diharapkan mampu menambah motivasi pemain sejak menit awal pertandingan. Atmosfer stadion yang penuh kerap menjadi faktor pembeda dalam laga-laga penting Persib, terutama saat menghadapi tim yang datang dengan semangat mencuri poin.
Secara taktikal, Persib diperkirakan tetap mengandalkan penguasaan bola dan permainan kolektif, meski tanpa Eliano Reijnders. Peran lini tengah akan menjadi sorotan utama, mengingat sektor ini menjadi penghubung antara pertahanan dan lini serang. Efektivitas dalam memanfaatkan peluang juga menjadi pekerjaan rumah yang ingin terus dibenahi tim pelatih.
Dengan kombinasi persiapan matang, kondisi pemain yang semakin ideal, serta dukungan penuh suporter, Persib menargetkan hasil maksimal pada laga ini. Tiga poin di kandang bukan hanya penting untuk menjaga posisi di papan atas klasemen, tetapi juga menjadi modal psikologis penting dalam menghadapi rangkaian pertandingan putaran kedua yang lebih menantang.***









