Tekan Risiko Bencana Alam, Bupati Garut Instruksikan Penguatan Mitigasi Lingkungan

FAKTA GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat langkah mitigasi bencana sebagai upaya melindungi masyarakat dari potensi ancaman alam. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara tegas menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa untuk lebih aktif menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan alam yang berpotensi memicu bencana.

Arahan tersebut disampaikan Bupati Garut saat memimpin apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (26/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah wilayah sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan.

Menurutnya, berbagai peristiwa bencana yang terjadi belakangan ini tidak lepas dari menurunnya kualitas lingkungan, salah satunya akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Oleh karena itu, ia meminta para pemangku wilayah untuk tidak hanya bersikap reaktif, tetapi aktif melakukan pencegahan sejak dini.

Bupati Garut menegaskan bahwa keyakinan terhadap takdir atau Qudrah dan Iradah Allah SWT tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk pasrah tanpa usaha. Justru, keimanan harus berjalan seiring dengan ikhtiar nyata melalui langkah-langkah mitigasi yang terencana dan berkelanjutan.

“Kita tidak boleh hanya menunggu kejadian. Ikhtiar itu wajib. Salah satu penyebab bencana yang terjadi sebelumnya diduga kuat akibat alih fungsi lahan. Kalau kita lengah, bukan tidak mungkin hal serupa bisa terjadi di wilayah kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah kawasan yang sebelumnya merupakan hutan dengan tegakan pohon besar, namun kini berubah fungsi. Perubahan tersebut dinilai berisiko tinggi karena jenis tanaman pengganti umumnya memiliki sistem perakaran yang lemah sehingga tidak mampu mengikat tanah secara optimal. Kondisi ini berpotensi memicu longsor dan banjir, terutama saat curah hujan tinggi.

Dalam arahannya, Bupati Garut meminta camat dan kepala desa untuk terus mengedukasi masyarakat, baik melalui imbauan, ajakan, hingga langkah tegas jika diperlukan, agar tidak melakukan perusakan lingkungan.

“Jangan pernah lelah mengingatkan warga untuk menjaga alam. Jangan sampai kita bergerak setelah ada bencana atau korban. Pencegahan harus dilakukan sekarang,” tegasnya.

Selain pendekatan persuasif, Pemkab Garut juga mendorong optimalisasi anggaran untuk kegiatan mitigasi lingkungan. Ia menilai langkah pencegahan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan pascabencana.

“Lebih baik dana yang ada dikumpulkan dan dimanfaatkan untuk mitigasi pencegahan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Bupati Garut mengungkapkan rencana peluncuran gerakan penanaman pohon keras secara masif dalam waktu dekat. Program ini diharapkan mampu memperkuat daya dukung lingkungan sekaligus menekan risiko bencana alam di berbagai wilayah rawan.

“Dalam waktu dekat, kita akan masif mengimbau penanaman pohon-pohon keras. Alhamdulillah, bibitnya sudah kami siapkan dan saya sudah berkoordinasi dengan lembaga terkait,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup