Tiga Desa di Garut Berebut Jadi Wakil di Anugrah Gapura Sri Baduga 2025, Desa Pangauban Siap Juara?

FAKTA GARUT – Kabupaten Garut sedang mempersiapkan diri untuk mengirimkan wakil terbaiknya dalam ajang Anugrah Gapura Sri Baduga 2025 tingkat Jawa Barat. Saat ini, tiga desa sudah lolos ke tahap akhir seleksi tingkat kabupaten, yakni Desa Wanajaya di Kecamatan Wanaraja, Desa Kersamenak di Tarogong Kidul, dan Desa Pangauban di Kecamatan Cisurupan.
Proses klarifikasi dan pemaparan dilakukan oleh tim penilai kabupaten pada Kamis, 25 September 2025. Kegiatan ini berlangsung di Balai Paminton, Desa Pangauban, sekaligus menjadi kesempatan bagi kepala desa untuk memaparkan program dan capaian masing-masing.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, menjelaskan bahwa sistem penilaian lomba desa dilakukan berlapis. Setelah tahap seleksi di kabupaten, pemenang akan maju ke tingkat provinsi untuk bersaing dengan desa-desa terbaik se-Jawa Barat.
“Dari tiga besar ini akan dipilih satu desa untuk mewakili Garut. Desa yang juara tingkat Kecamatan akan mendapat bantuan Rp200 juta,” kata Wawan.
Ia menambahkan, untuk juara tingkat Kabupaten sebesar Rp1 miliar hadiah di tingkat provinsi jauh lebih besar. Desa terbaik akan diganjar Rp9 miliar, juara kedua Rp7 miliar, dan juara ketiga Rp6 miliar. Anggaran tersebut, lanjutnya, bisa menjadi modal besar untuk mempercepat pembangunan desa sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Indikator Penilaian: Tak Hanya Infrastruktur
Menurut Wawan, tim penilai tidak hanya menyoroti pembangunan infrastruktur, tetapi juga melihat aspek lain yang tak kalah penting. Beberapa di antaranya adalah pengelolaan keuangan desa, sektor ekonomi lokal, kinerja BUMDes, tingkat partisipasi masyarakat, hingga Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Semua desa yang masuk tiga besar ini punya potensi besar. Mereka dinilai baik dari sisi manajemen maupun tata kelola keuangan,” jelasnya.
Desa Pangauban Tampilkan Potensi
Sebagai salah satu kandidat, Desa Pangauban tampil percaya diri. Kepala Desa Asep Feri mengatakan, pihaknya menyiapkan segala aspek administrasi dan tata kelola dengan dukungan penuh masyarakat.
“Dengan semangat Pangauban Sauyunan, kami siap melangkah ke tingkat provinsi,” ujarnya.
Sumber pendapatan ini berasal dari unit usaha BUMDes serta kerja sama dengan pihak swasta. Produk unggulan yang dimiliki antara lain kopi, sayuran, labu siam, dan olahan makanan seperti makaroni, yang kini menjadi salah satu komoditas andalan desa.
Pangauban juga memiliki catatan prestasi di tingkat nasional. Pada periode kepemimpinan sebelumnya, desa ini sempat menjadi juara nasional dalam ajang yang sama.
Jejak Prestasi Garut di Lomba Desa
Garut sendiri bukan pendatang baru di kompetisi desa. Beberapa tahun terakhir, daerah ini konsisten menorehkan hasil membanggakan. Desa Cinta di Kecamatan Karangtengah pernah menembus tiga besar nasional, sementara Desa Rancasalak pada 2024 berhasil masuk lima besar tingkat nasional.
Rekam jejak itu menunjukkan bahwa desa-desa di Garut memiliki kualitas yang mampu bersaing, baik dalam pengelolaan pemerintahan maupun pemberdayaan masyarakat.
Ajang Anugrah Gapura Sri Baduga 2025 bukan hanya sekadar lomba, melainkan juga wadah bagi desa-desa untuk menunjukkan inovasi dan kemandirian. Dengan hadiah yang sangat besar di tingkat provinsi, pemenang diharapkan mampu menggunakannya untuk pembangunan yang berkelanjutan, bukan hanya proyek jangka pendek.
Persaingan tiga desa di Garut ini sekaligus memperlihatkan arah pembangunan desa yang lebih modern: transparan dalam pengelolaan, aktif menggali potensi lokal, serta melibatkan masyarakat dalam setiap langkahnya.
Hasil akhir penilaian kabupaten akan segera diumumkan. Desa terbaik nantinya akan membawa nama Garut ke tingkat provinsi, sekaligus berjuang meraih prestasi di Anugrah Gapura Sri Baduga 2025.***









