BIKIN KAGET! Pengusaha Garut Klaim Uang Ratusan Juta Belum Dikembalikan Hingga Kini

Ilustrasi gambar

FAKTA GARUT – Di balik ramainya dinamika politik di Kabupaten Garut, muncul pengakuan mengejutkan dari seorang pengusaha yang mengaku pernah terlibat transaksi bernilai ratusan juta rupiah dengan sosok berinisial AM, yang kini menjabat sebagai pimpinan DPRD Garut.

Pria tersebut akhirnya memilih buka suara setelah merasa persoalan yang berlarut tak kunjung menemukan penyelesaian. Namun demi alasan keamanan, identitasnya sengaja dirahasiakan.

“Saya tidak mau dianggap korban. Saya hanya ingin Garut ini lebih baik dan persoalan seperti ini tidak terus terjadi,” ujarnya saat ditemui, Senin (18/5/2026).

Menurut penuturannya, awal mula transaksi terjadi pada tahun 2023. Saat itu ia mengaku menyerahkan uang sebesar Rp100 juta melalui seseorang berinisial F, yang disebut sebagai adik dari AM. Penyerahan uang disebut berlangsung di kawasan seberang Cimoney, Garut.

Cerita belum berhenti di sana. Memasuki tahun 2024, ia mengaku kembali diminta mengirim dana, kali ini nilainya jauh lebih besar, mencapai Rp400 juta melalui transfer rekening BCA. Dana tersebut, kata dia, disebut-sebut untuk mendukung langkah politik AM menuju kursi pimpinan DPRD Garut.

“Awalnya saya berpikir itu bagian dari proses politik yang biasa. Tapi setelah itu ternyata masih ada permintaan lain,” katanya.

Tak lama berselang, permintaan ketiga kembali muncul. Nominalnya mencapai Rp250 juta. Uang tersebut disebut berkaitan dengan transaksi proyek yang melibatkan dua anggota dewan yang pada pemilu berikutnya tidak lagi mencalonkan diri.

Namun saat mencoba menelusuri aliran dana itu kepada pihak-pihak yang disebut menerima uang, pengusaha tersebut mengaku justru mendapat jawaban berbeda. Kedua orang yang dikonfirmasi, kata dia, membantah pernah menerima uang dari AM.

“Sampai sekarang belum ada penyelesaian. Saya sudah mencoba komunikasi baik-baik, tapi belum ada titik temu,” ungkapnya.

Pengakuan ini pun mulai menjadi perhatian publik di tengah meningkatnya sorotan terhadap transparansi dan integritas dalam praktik politik daerah. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak AM terkait tudingan dan pengakuan yang disampaikan pengusaha tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup