Dana Rp1,1 Miliar di PKBM Insan Madani Garut Disorot, Publik Tuntut Transparansi

FAKTA GARUT – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Madani di Desa Karya Mukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, tengah menjadi sorotan. Lembaga pendidikan non-formal ini tercatat mengelola dana pendidikan kesetaraan sebesar Rp1,105 miliar untuk program Paket A, B, dan C.
Rincian Dana Pendidikan
Berdasarkan data resmi, anggaran tersebut dialokasikan untuk:
– Paket A (setara SD): 30 peserta, masing-masing Rp1,3 juta → Rp39 juta
– Paket B (setara SMP): 160 peserta, masing-masing Rp1,5 juta → Rp240 juta
– Paket C (setara SMA): 459 peserta, masing-masing Rp1,8 juta → Rp826,2 juta
Total keseluruhan mencapai Rp1.105.200.000.
Sorotan Soal Pengelolaan Dana
Meski jumlahnya cukup besar, publik mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran. Apakah dana tersebut sepenuhnya terserap untuk kepentingan pendidikan warga belajar, atau ada bagian tertentu yang harus dikembalikan ke kas negara?
Ketua LSM Generasi Pemberdayaan Masyarakat (GAPERMAS), Asep Mulyana, S.Pd, mendesak adanya keterbukaan dari pihak penyelenggara.
“Dana Rp1,1 miliar bukan jumlah kecil. Masyarakat berhak tahu kemana saja anggaran itu dialokasikan, dan apakah ada kewajiban pengembalian. Tanpa transparansi, wajar kalau timbul pertanyaan,” tegas Asep, Kamis (23/8/2025).
Tuntutan Klarifikasi
PKBM Insan Madani, yang sudah terdaftar dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) P9984373, didesak segera memberi klarifikasi resmi terkait mekanisme penggunaan dana. GAPERMAS menilai keterbukaan menjadi hal mendesak, bukan hanya demi akuntabilitas lembaga, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pendidikan kesetaraan.
Menunggu Jawaban
Hingga berita ini diturunkan, pihak PKBM Insan Madani maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi. Publik masih menunggu penjelasan yang detail, agar polemik penggunaan dana pendidikan ini tidak berlarut-larut.***









