Warga Garut Utara Desak Pengoperasian RS Limbangan yang Lama Terbengkalai

FAKTA GARUT – Warga di kawasan Garut Utara kembali menyuarakan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Garut segera mengaktifkan Rumah Sakit (RS) Tipe D yang berlokasi di Desa Limbangan Timur. Fasilitas kesehatan tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di Kecamatan Limbangan, Cibatu, Kersamanah, Cibiuk, dan Selaawi. Namun hingga kini, bangunan rumah sakit yang telah lama berdiri belum juga difungsikan dan kondisinya justru kian memprihatinkan.
Salah seorang warga Limbangan, Iman, mengungkapkan kekecewaannya melihat keadaan gedung rumah sakit yang terbengkalai. Menurutnya, bangunan yang semestinya menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat kini tampak tidak terawat, bahkan beberapa bagian kembali mengalami kerusakan.
“Sekarang kondisinya malah seperti bangunan horor, terlihat tidak terurus dan ada bagian yang rusak lagi,” kata Iman, Senin (19/1/2026).
Ia menilai, secara umum kondisi fisik RS Limbangan sebenarnya sudah cukup layak untuk mulai dioperasikan. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah tidak terus menunda pengoperasian rumah sakit tersebut, mengingat kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Garut Utara tergolong tinggi.
Selama ini, warga yang membutuhkan perawatan lanjutan atau rujukan harus dibawa ke rumah sakit yang berada di pusat Kota Garut. Jarak yang cukup jauh kerap menjadi kendala, terutama saat kondisi darurat.
“Kalau RS ini sudah berjalan, tentu sangat membantu masyarakat. Akses layanan kesehatan jadi lebih dekat dan cepat,” ujarnya.
Keluhan senada disampaikan Agus Suhendar, warga Kecamatan Cibatu. Ia menyayangkan fasilitas kesehatan yang dibangun dengan anggaran besar tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.
“Melihat bangunannya, seharusnya sudah bisa digunakan. Sangat disayangkan kalau dibiarkan terbengkalai begitu saja,” tegas Agus.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menjelaskan bahwa RS Limbangan memang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2028. Saat ini, pemerintah daerah masih memprioritaskan pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung agar rumah sakit dapat berfungsi sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang berlaku.
“Kendala utamanya masih pada keterbatasan anggaran. Kami masih berproses melengkapi infrastruktur dan sarana pendukung lainnya,” jelas dr. Leli.
Masyarakat Garut Utara pun berharap pemerintah daerah dapat mempercepat tahapan penyelesaian dan pengoperasian RS Limbangan. Keberadaan rumah sakit tersebut dinilai sangat strategis untuk memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjawab kebutuhan medis warga di wilayah utara Kabupaten Garut.***









